29 Januari 2011
Simulasi Kelulusan UN 2010/2011
1. Nilai akhir adalah pembobotan 60 persen nilai UN ditambah 40 persen nilai sekolah ( S/M ).
2. Nilai sekolah adalah pembobotan 60 % nilai US/M ditambah 40 % nilai rata-rata rapor.
3. Rata-rata nilai akhir minimal 5,5
4. Nilai akhir tiap mata pelajaran minimal 4,00
5. Tidak ada ujian ulangan.
Dari pembobotan di atas, bila seorang siswa meraih nilai 4 pada UN agar dapat lulus maka ia harus meraih nilai Sekolah / Madrasahnya harus 8 karena :
( 0,6 x 4 ) + ( 0,4 x 8 ) = 5,6 ( di atas rata-rata nilai akhir minimal 5,5 )
Jika nilai Sekolah / Madrasahnya mendapat 7 belum lulus karena :
( 0,6 x 4 ) + ( 0,4 x 7 ) = 5,2 ( di bawah rata-rata nilai akhir minimal 5,5 )
Nilai Sekolah / Madrasah ( S / M ) = ( 0,6 x Nilai US/M + 0,4 x Nilai rata-rata Rapor )
* Untuk SMP / MTs dan SMPLB nilai rata-rata rapor semester 1, 2, 3, 4, dan 5
* Untuk SMA / MA, SMALB dan SMK nilai rata-rata rapor semester 3, 4, dan 5.
Ingin tahu secara detail, silahkan lihat di sini
Artikel terkait :
1. Permendiknas No. 2 Tahun 2011 tentang UN SD/MI
2. Permendiknas 45-46 Tahun 2010 tentang UN SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB/SMK.
3. POS Ujian Nasional 2011 untuk SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB/SMK
4. Soal Ujian Nasional SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK
continue
02 Januari 2011
Soal Ujian Nasional
21 April 2010
Silabus OSN 2010
Pengembangan program peningkatan mutu pembelajaran Biologi, Fisika, Matematika, dan IPS di sekolah, terjadi karena keinginan sekolah berprestasi pada ajang Olimpiade Sains Nasional dan diharapkan keinginan itu muncul secara alamiah. Hal tersebut memang penting, namun sangat penting jika terjadi proses secara alamiah karena motivasi yang muncul dalam pengembangan program peningkatan mutu pembelajaran Biologi, Fisika, Matematika, dan IPS merupakan motivasi interistik stake holders sekolah. Motivasi interistik merupakan modal yang sangat baik karena dengan motivasi interistik pengembangan program tersebut akan mendapatkan dukungan yang baik dan pelaksanaan yang baik pula.
Setelah Olimpiade Sains Nasional dilaksanakan, banyak perkembangan yang dapat diidentifikasi bahwa atmosfir kompetisi sudah mulai terasa dan efek dari atmosfir tersebut sudah dapat diidentifikasi. Banyak sekolah yang sudah termotivasi untuk mencoba mengembangkan program peningkatan mutu pembelajaran Biologi, Fisika, Matematika, dan IPS dalam rangka mempersiapkan siswanya untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional. Hal tersebut dapat teridentifikasi dengan maraknya program pembinaan Biologi, Fisika, Matematika, dan IPS di sekolah melalui berbagai strategi seperti klub sains, pembinaan siswa berbakat sains, bekerja sama dengan perguruan tinggi, pembinaan siswa berbakat sains, mengundang tim pengajar dari perguruan tinggi, partisipasi aktif sekolah mengikuti kegiatan pembinaan jarak jauh yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga olimpiade dan lain-lain. Hal tersebut dapat diindikasikan bahwa efek positif dari kegiatan olimpiade sains nasional sudah mulai tampak.
Melihat fakta-fakta yang muncul di lapangan, menandakan bahwa motivasi interistik sekolah untuk meningkatkan program peningkatan mutu pembelajaran Biologi, Fisika, Matematika, dan IPS semakin meningkatkan, perlu didukung dengan memberikan informasi-informasi yang dapat membantu sekolah dalam rangka akselerasi program peningkatan mutu pembelajaran Biologi, Fisika, Matematika, dan IPS. Informasi tersebut adalah berupa silabus. Diharapkan silabus Olimpiade Sains Nasional, dapat lebih memperjelas arah pembinaan Biologi, Fisika, Matematika, dan IPS di sekolah.
Materi yang akan diujikan pada Olimpiade Sains Nasional ruang lingkupnya disesuaikan dengan silabus Olimpiade Sains Nasional yang disusun oleh Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional. Ruang lingkup materi secara lengkap dapat dunduh dengan klik link di bawah ini :
Silabus Osn 2010 SMP
16 November 2009
Simulasi Kelulusan UN 2009-2010
Pasal 20 Ayat 1 ) Permendiknas No. 75 Tahun 2009 disebutkan :
Peserta UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK dinyatakan lulus
jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut:
- memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran yang lain;
- Khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.
Khusus untuk kelulusan SMP / MTs, silahkan klik di sini untuk mengetahui gambaran lulus dan tidaknya peserta didik kita nanti, dari hasil perolehan nilai pada kegiatan try out ( uji coba Un ), bisa dijadikan evaluasi persiapan ujian nasional mendatang.
continue
08 November 2009
KECERDASAN EMOSI
Kecerdasan emosi menunjuk kepada sesuatu kemampuan untuk memahami perasaan diri masing-masing dan perasaan orang lain, kemampuan untuk memotivasi dirinya sendiri dan menata dengan baik emosi-emosi yang muncul dalam dirinya dan dalam berhubungan dengan orang lain. Kecerdasan emosi itu menggambarkan suatu kemampuan yang walaupun berbeda namun berfungsi melengkapi kecerdasan kognitif seseorang.
B. Ciri-ciri kecerdasan emosi
Kecerdasan emosi memiliki lima unsur :
1. Kesadaran diri ( Self-Awareness )
Mngetahui apa yang kita rasakan pada suatu saat, dan menggunakannya untuk memandu pengambilan keputusan diri sendiri, memiliki tolak ukur yang realistis atas kemampuan diri dan kepercayaan diri yang kuat.
2. Pengaturan diri ( Self-Regulation )
Menangani emosi kita sedemikian rupa sehingga berdampak positif terhadap pelaksanaan sasaran, mampu segera pulih kembali dari tekanan emosi.
3. Motivasi ( Motivation )
Menggunakan hasrat kita yang paling dalam untuk menggerakan dan menuntun menuju sasaran, membantu kita mengambil inisiatif dan bertindak sangat efektif, serta untuk bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi.
4. Empati ( Empathy )
Merasakan yang dirasakan orang lain, mampu memahami perspektif mereka, menumbuhkan hubungan salng percaya dan menyelaraskan diri dengan bermacam-macam orang.
5. Ketrampilan sosial ( Social Skills )
Menangani emosi dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain dan dengan cermat membaca situasi dan jaringan sosial; berinteraksi dengan lancar; menggunakan ketrampilan-ketrampilan ini untuk mempengaruhi dan memimpin, bermusyawarah dan menyelesaikan perselisihan, serta untuk bekerja sama dan bekerja dalam tim.
Kecerdasan emosi menentukan potensi seseorang untuk mempelajari ketrampilan-ketrampilan praktis yang didasarkan pada lima unsur di atas : Kesadaran diri, Pengaturan diri, Motivasi, Empati dan Ketrampilan sosial.
Kecakapan emosi ( emotional competence ) adalah kecakapan hasil belajar yang didasarkan pada kecerdasan emosi dan karena itu menghasilkan kinerja yang menonjol dalam pekerjaan. Kecakapan emosi kita menunjuk seberapa banyak potensi itu yang telah kita terjemahkan ke dalam kemampuan di tempat kerja. Sebagai conoh, pandai dalammelayani pelanggan adalah kecakapan emosi yang didasarkan pada empati. Begitu pula, sifat dapat dipercaya adalah kecakapan emosi yang didasarkan pada pengaturn diri, atau kemampuan menangani impuls dan emosi. Baik kemampuan melayani pelanggan maupun sifat dapat dipercaya dapat membuat orang menonjol di tempat kerja mereka.
continue
Permendiknas Nomor 75 Tahun 2009
- Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
- UN utama adalah ujian nasional yang diselenggarakan bagi seluruh peserta ujian yang terdaftar sebagai peserta UN tahun pelajaran 2009/2010.
- UN susulan adalah ujian nasional yang diselenggarakan bagi peserta didik yang tidak dapat mengikuti UN utama karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah.
- BSNP adalah Badan Standar Nasional Pendidikan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
- Kurikulum 1994 adalah kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang sudah berlaku secara nasional sejak tahun pelajaran 1994/1995 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993, Nomor 061/U/1993 Tahun 1993, Nomor 080/U/1993, Nomor 126/U/1993, dan Nomor 129/U/1993.
- Kurikulum 2004 adalah kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang sudah diterapkan secara terbatas mulai tahun pelajaran 2001/2002 berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 399a/C.C2/Kep/DS/2004, Keputusan Direktur Pendidikan Menengah Umum Nomor 766a/C4/MN/2003, dan Nomor 1247a/C4/MN/2003.
- Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah yang selanjutnya disebut standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2006.
- Standar Kompetensi Lulusan yang selanjutnya disebut SKL adalah standar kompetensi minimal yang harus dikuasai oleh peserta didik
- Kisi-kisi soal UN adalah acuan dalam pengembangan dan perakitan soal ujian yang memuat SKL dan kemampuan yang diujikan.
- Prosedur operasi standar yang selanjutnya disebut POS adalah prosedur operasi standar yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan ujian nasional yang ditetapkan oleh BSNP.
Selengkapnya silahkan download :
salinan-permendiknas-nomor-75-tahun-2009
Pemerintah juga memberikan Kisi-kisi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2009/2010 dalam lampiran permendiknas nomor 75 tahun 2009. Hal itu dimaksudkan agar peserta didik lebih mudah dan fokus dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional 2009/ 2010 mendatang.
Selengkapnya silahkan download :
lampiran-permendiknas-un-tp-2009-2010
continue
02 November 2009
Media Pembelajaran
- Trigonometri.pdf
- Penalaran dalam Matematika
- Pengayaan Pecahan
- Pola Operasi Hitung
- Pola Barisan Bilangan
- Logika Matematika
- Dua Pangkat Banyak
- Akar Kuadrat
- Desimal Berulang
- Luas Bangun Datar
- LUas Segi Tiga
continue
21 Agustus 2009
Gaya Belajar
Seringkali guru salah menilai jika ada siswa yang tidak bisa duduk diam dan tenang. Seringkali malah siswa tersebut dianggap nakal. Bisa saja siswa bertingkah seperti itu karena guru memberikan cara pengajaran yang tidak sesuai dengan gaya belajar siswa tersebut sehingga dia susah memahami pelajaran dan menjadi bosan.
Menurut penelitian, ada banyak kategori gaya belajar siswa. Namun, gaya belajar yang banyak dibicarakan dan akan sedikit dibahas disini ada tiga yaitu; visual/spatial, auditori/aural dan kinestetik/physical.
1. Gaya Visual/Spatial
Pembelajar gaya visual, lebih suka menggunakan foto, membuat gambar, bermain warna, dan peta untuk menyampaikan informasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Dia suka membaca, suka menulis, suka mencoret-coret kertas, lebih menyukai membaca cerita dibandingkan mendengar cerita, cepat dalam melakukan penjumlahan atau perkalian, pintar dalam mengeja kata, dan sering mencatat segala yang diperintahkan.
Pembelajar tipe ini dapat dengan mudah memvisualisasikan benda, rencana dan hasil pikiran mata. Juga memiliki kemampuan yang baik tentang tata ruang sehingga mudah memahami peta.
Untuk mengajar pembelajar visual, gunakan foto, gambar, warna dan media visual lainnya untuk membantu belajar. Pakai alat tulis (spidol, kapur dll) minimal empat warna.
Banyak menggunakan “kata visual” dalam ungkapan. Contohnya: lihat, gambar, perspektif, visual, dan peta.
Gunakan peta pikiran (mind map) untuk memberikan penjelasan atau membuat catatan. Gunakan diagram sistem membantu memvisualisasikan hubungan antara bagian-bagian dari sistem.
Pakailah teknik bercerita tertentu dapat membantu pembelajar tipe ini untuk menghafal materi yang tidak mudah untuk “dilihat”.
Beberapa profesi yang sebagian besar menggunakan gaya visual adalah seni visual, arsitektur,
fotografi, video atau film, desain, perencanaan (khususnya yang strategis), dan navigasi.2. Gaya Auditori/Aural
Pembelajar tipe ini suka belajar atau bekerja dengan suara dan musik. Memiliki sensitifitas dalam nada dan ritme. Biasanya bisa bernyanyi, memainkan alat musik, atau mengenali suara dari berbagai instrumen. Musik tertentu memiliki pengaruh kuat ke emosinya.
Untuk pembelajar dengan gaya belajar auditori gunakan banyak suara, irama dan musik. Bacakan materi menggunakan suara yang keras, membuat sesi tanya jawab, berdiskusi, sambil mendengarkan musik ataupun bekerja secara kelompok
Gunakan mnemonic (jembatan keledai) dengan ritme menarik atau jingle lagu untuk menghafalkan sesuatu.
Perlu pemanfaatan konten yang menggunakan suara dalam asosiasi dan visualisasi. Misalnya suara binatang ketika belajar mengenai biologi, suara mesin ketika belajar kecepatan di fisika dll.
3. Gaya Kinestetik/Physical
Gaya Belajar ini lebih banyak belajar melalui melakukan sesuatu secara langsung (bergerak, bekerja dan menyentuh)
Siswa yang memiliki gaya belajar ini mengharuskan individu yang bersangkutan melakukan suatu aksi yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingat atau memahami sesuatu.
Pembelajar kinestetik tak tahan duduk berlama-lama mendengarkan pelajaran dan merasa bisa belajar lebih baik jika prosesnya disertai kegiatan fisik. Kelebihannya, mereka memiliki kemampuan mengkoordinasikan sebuah tim disamping kemampuan mengendalikan gerak tubuh (athletic ability). Tak jarang, siswa yang cenderung memiliki karakter ini lebih mudah menyerap dan memahami informasi dengan cara menjiplak gambar atau kata untuk kemudian belajar mengucapkannya atau memahami fakta.
Pembelajar karakteristik ini dianjurkan untuk belajar melalui pengalaman dengan menggunakan berbagai model peraga, seperti bekerja di lab atau belajar di alam atau sambil bermain. Perlu juga secara berkala mengalokasikan waktu untuk sejenak beristirahat di tengah waktu belajarnya.
Usahakan membuat sesi pembelajaran yang melibatkan kegiatan fisik seperti drama, membaca puisi, atau permainan sederhana.
continue